Blogroll

[ X ] Close
Tampilkan postingan dengan label relation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label relation. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Februari 2011

Bila Kecantol Mantan Kekasih Teman

Mungkin Anda termasuk orang yang tidak ragu berganti-ganti pasangan untuk menemukan calon yang sesuai dengan kriteria Anda. Akhirnya, Anda sudah menemukan pria yang sempurna seperti yang Anda cari selama ini. Sayangnya, pria itu pernah menjadi kekasih teman Anda. Meskipun status mereka sudah mantan, sebaiknya hubungan Anda yang baru ini dilanjutkan atau tidak? Bagaimana pula aturannya?

Jennifer Oikle, PhD, seorang psikolog hubungan, mengatakan ada banyak hal yang harus Anda pertimbangkan sebelum menjalin hubungan dengan seorang mantan dari teman Anda. Aturan nomor satu, menurutnya, adalah menghargai perasaan teman Anda.

"Pria bisa datang dan pergi, tetapi persahabatan berakar pada kepercayaan. Jadi apakah menjalin hubungan dengan mantannya teman Anda ini baik atau tidak, semuanya tergantung pada hubungan Anda dengan teman Anda, dan bagaimana perasaannya tentang hal itu," papar perempuan yang juga pendiri situs MySoulmateSolution.com ini.

Pertama, tanyakan pada diri Anda bagaimana hubungan pria ini dengan teman Anda di masa lalu. Apakah mereka hubungan mereka tergolong kencan sesaat, atau mereka telah merencanakan pernikahan? Juga tanyakan pada diri Anda, seberapa besar ketertarikan Anda pada pria tersebut. Apakah hanya untuk bersenang-senang, ataukah untuk sebuah hubungan yang serius?

Selanjutnya, berbicaralah dengan teman Anda, dan biarkan dia tahu niat Anda. Dr Oikle mengatakan, jika ia hanya teman biasa, Anda bisa memberitahukan bahwa Anda berencana untuk berkencan dengan mantan kekasihnya. Namun bila ia seorang teman dekat, ia tentu membutuhkan penjelasan yang lebih detail.

"Jika Anda berdua adalah teman baik, maka izin harus diperoleh karena Anda sudah memiliki hubungan yang nyata dengan dia. Sedangkan dengan pria ini Anda baru berharap untuk bisa menjalin hubungan. Jadi, hubungan pertama harus didahulukan. Hormatilah teman Anda," katanya.

Dengan meminta izin, Anda harus bersiap dengan jawaban tidak setuju, atau penolakan dari teman Anda. Ada banyak orang yang menganggap tidak pantas bila seorang teman memutuskan untuk menjalin hubungan dengan mantan kekasih sahabatnya sendiri. Namun ada juga yang menganggap hal itu boleh-boleh saja, karena toh mereka sudah tidak lagi berhubungan. Sedangkan sebagian orang yang lain mungkin akan menyetujui hubungan semacam ini, tergantung pada situasinya.

Dalam kondisi apapun, hindari godaan untuk menjalin hubungan backstreet. Bukan dari orangtua Anda, tetapi dari si teman. "Karena teman selalu akan mengetahui, dan perasaan dikhianati selalu lebih buruk dan lebih sulit baginya untuk memaafkan dan melupakan hal ini, daripada apapun yang pernah terjadi di antara mereka," tegas Oikle.

Menurutnya, si teman mungkin sudah mengizinkan Anda berkencan dengan mantannya, tetapi mungkin tidak dapat memaafkan ketidakjujuran Anda. Bagaimanapun juga, akan ada perubahan tingkat kepercayaan dan penghargaan dalam hubungan Anda.

Meskipun begitu, mendapatkan persetujuan atau tidak sebenarnya mungkin hanya soal waktu, sampai teman Anda benar-benar sudah melupakan dengan mantannya. Ketika ia dapat memikirkan dan membicarakan mantannya tanpa jadi emosional, itu tandanya teman Anda sudah ilfil dengan mantannya. Jika ia masih menyimpan amarah, artinya ia masih memiliki perasaan khusus pada mantannya.

"Akan terlalu menyakitkan untuk melanjutkan persahabatan jika Anda memutuskan untuk jalan terus, bahkan jika si teman sudah memberikan izinnya bagi Anda," kata Oikle.

Satu hal yang perlu diingat, putus hubungan selalu mengalami pasang-surut. Artinya, Anda bisa merasakan sakit hati pada satu hari, dan baik-baik saja di hari lainnya.

"Yang paling penting adalah untuk tetap peka terhadap teman Anda, dan tetap berempati terhadap perasaannya. Anda mungkin tidak salah, tapi Anda masih bisa menawarkan dukungan untuknya," katanya. Anda bisa meminta teman untuk mengatakan apa yang dibutuhkannya agar merasa lebih baik. Kemudian, apa yang Anda butuhkan agar Anda sendiri merasa lebih baik. Setelah itu cari batas-batas yang Anda sepakati bersama.

Bagaimana jika teman Anda meminta Anda untuk memilih, antara dia atau mantannya?

Bila hal ini terjadi, Anda harus memberitahukannya bahwa Anda tidak ingin memilih, bahwa memilih bukanlah keputusan terbaik. Tetapi akhirnya Anda mungkin harus melakukannya. "Hati Anda akan memberitahu apa yang harus Anda lakukan, tergantung pada tingkat persahabatan Anda dan potensi hubungan Anda dengan pria ini, "kata Dr Oikle. "Mungkin Anda akan kehilangan seorang sahabat apabila berkencan dengan mantannya. Tetapi mungkin juga tidak."

Selasa, 03 Agustus 2010

Rumus untuk menentukan usia menikah

Rumus untuk menentukan usia menikah

Percaya atau tidak kalo usia ideal untuk menikah ada rumusnya. Ternyata selain menentukan pasangan ideal peneliti juga bisa membuat rumus usia ideal untuk menikah. Berikut langkah-langkah yang telah disederhanakan dari rumus para peneliti:

* Tentukan usia paling tua jika Anda harus menikah (target maksimal menikah), misalnya 39 tahun.
* Tentukan usia paling muda saat Anda berpikir seorang pacar/kekasih adalah orang yang cocok untuk dijadikan pasangan hidup, misalnya 20 tahun.
* Kurangi angka tertinggi dengan angka terendah kemudian kalikan dengan 0,368. Misal 39 – 20 X 0,368 = 6,992 (dibulatkan menjadi 7)
* Tambahkan hasil tadi dengan usia paling rendah saat berpikir punya kekasih (20 tahun).


Jadi, usia ideal untuk menikah adalah 20 + 7= 27 tahun. Rumus yang dibuat peneliti ini memang tidak selamanya tepat, namun setidaknya membantu seseorang untuk bisa mempersiapkan diri menuju pernikahan dan dianggap merupakan usia ideal jika ingin memiliki keturunan yang baik (di luar faktor lingkungan).

Rumus diatas dikembangkan oleh peneliti dan pakar statistik dari University of New South Wales yang mengklaim bisa memprediksi usia ideal kapan seseorang akan atau harusnya menikah. Dengan mengetahui pada usia berapa idealnya seseorang menikah, peneliti berharap setiap orang bisa mempersiapkan dirinya lebih baik lagi menuju pernikahan.

Persamaan aljabar tersebut menurut para ilmuwan adalah rumus yang bisa menuntun seseorang pada cinta dan kebahagiaan yang sempurna. Meski banyak yang meragukan hal itu namun peneliti mengklaim rumus tersebut memiliki tingkat kesuksesan dan keakuratan sekitar 40 persen.

Peneliti mengembangkan rumus itu setelah melakukan survei dan analisis panjang terhadap beberapa orang. Beberapa faktor yang dijadikan pertimbangan adalah kemampuan finansial individu, riwayat kesehatan dan faktor genetik.

Beberapa studi sebelumnya menyebutkan bahwa kecocokan antar pasangan bisa ditentukan dari faktor aroma tubuh yang ternyata merupakan cerminan dari genetik seseorang. Studi itu menyimpulkan bahwa seseorang akan lebih tertarik pada orang yang memiliki gen yang berbeda signifikan dengan dirinya sendiri.

“Aroma tubuh sangat mempengaruhi ketertarikan seseorang. Pasangan dengan gen yang berlawanan ternyata adalah pasangan yang ideal dan cocok. Mereka juga cenderung memiliki keturunan yang sehat, kuat dan unggul,” tutur Prof Tony.

Beberapa studi sebelumnya sudah menyebutkan bahwa lebih cepat menikah akan lebih baik bagi kesehatan fisik dan mental seseorang. Menikah di usia tua (35-40 tahun) diketahui meningkatkan risiko penyakit kanker payudara untuk wanita dan kanker prostat untuk pria. Namun menikah terlalu dini (di bawah 17 tahun) juga tidak baik.

Dengan rumus ideal usia menikah diatas kita bisa menentukan usia ideal yang cocok buat menikah, sehinggal rencanya bisa dibuat jauh-jauh hari mulai dari sekarang. Jadi kapan kamu akan menikah? Jika pertanyaan itu buat aku, jawabnya mei – meibe yes meibe no kwkwkwkwk plin plan dong. Yah memang belum ada yang cocok aja!

Well, boleh percaya, boleh tidak, atau kalian punya pendapat sendiri soal usia yg tepat untuk menikah, monggo!


 
© Copyright 2035 Mashoda
Theme by Yusuf Fikri